Psikolog vs Psikiater

Psikolog adalah sarjana psikologi yang telah mengikuti program akademik strata satu (sarjana psikologi) dan program profesi sebagai psikolog. Psikiater adalah dokter spesialis yang tetah menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (sarjana kedokteran), pendidikan profesi sebagai dokter dan pendidikan spesialisasi kedokteran jiwa. Jadi psikiater adalah dokter yang mempelajari itmu jiwa.

Apa Tugas Psikiater dan Psikolog

Psikiater adalah dokter spesialis di bidang kesehatan jiwa (jiwa=pikiran, perasaan, dan perilaku). Definisi sehat menurut WHO adalah sehat badan, jiwa, dan sosial. Psikolog harus mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa perilaku itu bisa terjadi, berupa indikasi yang tampak. Hasil dapat berupa penjelasan atau pembahasan yang bersifat deskriptif.

Psikologi Pendidikan

Psikologi pendidikan dimaksudkan untuk memberikan pengaruh dalam kegiatan pendidikan pembelajaran dan proses belajar mengajar yang lebih efektif dengan memperhatikan respon kejiwaan dan tingkah laku anak didik. Keadaan sistem pembelajaran, cara mengajar, dan anak didik di setiap daerah tidaklah sama.

Psikologi Kepribadian

Psikologi kepribadian adalah salah satu cabang-cabang psikologi. Sesuai dengan namanya psikologi kepribadian mempelajari kepribadian individu dengan menggunakan berbagai cara dan pendekatan.

Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi industri dan organisasi merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi industri dan organisasi membahas psikologi dalam lingkup organisasi atau aturan kerja. Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut psikologi industri dan organisasi. Inggris menyebut psikologi industri dan organisasi sebagai Occupational Psychology.

Sabtu, 28 April 2018

3 Teori Psikologi Klinis

3 Teori Dalam Psikologi Klinis



Hasil gambar untuk psikologi klinis
Psikologi klinis merupakan salah satu ilmu dari Cabang-cabang psikologi .Ilmu psikologi ini digunakan sebagai ilmu yang memfokuskan studi pada perilaku jenis-jenis  prilaku abnormal atau subnormal. Jika lebih diluaskan lagi, psikologi klinis merupakan ilmu psikologi yang mempelajari serta membahas mengenai rintangan dan kesulitan emosional dalam diri manusia, dan tidak memandang apakah orang tersebut termasuk ke dalam abnormal atau tidak. Berikut ini beberapa pemahaman psikologi klinis menurut pendapat beberapa para ahli:

Istilah Lain Dalam Psikologi Klinis

  • Menurut Witmer (1912), psikologi klinis merupakan metode yang digunakan untuk dapat mengubah dan mengembangkan jiwa seseorang berdasar pada hasil dari observasi serta eksperimen yang menggunakan teknik penanganan pedagosis.
  • Menurut American Psychological Association (1935), psikologi klinis adalah bentuk dari psikologi terapan yang digunakan untuk menentukan kapasitas serta karakteristik tingkah laku dari individu yang mana menggunakan metode pengukuran assement, observasi, analisa, uji fisik, serta riwayat sosial agar mendapatkan saran dan rekomendasi yang digunakan individu untuk bisa menyesuaikan diri dengan tepat.
  • Menurut J.H Resinck (1991), psikologi klinis merupakan bidang ilmu di dalam psikologi yang mana meliputi riset, pelayanan, serta pengajaran yang berkaitan akan prinsip-prinsip, metode, serta prosedur aplikasi yang digunakan untuk memahami, menduga, serta mengurangi ketidakmampuan dan ketidak nyamanan yang diterapkan dalam populasi klien dalam jangkauan yang lebih luas.
  • Menurut Phares, psikologi kilinis merupakan bidang ilmu yang membahas dan mengkaji tentang diagnosis dan intervensi tentang penyembuhan masalah psikologis serta gangguan dan tingkah laku abnormal.
  • Menurut Reber (1995), psikologi klinis adalah bidang psikologi yang berkaitan tentang perilaku menyimpang, abnormal, ataupun maladaptif.
  • Menurut APA Division (1992), psikologi klinis mengintegrasikan ilmu, teori serta praktek untuk dapat memahami, memprediksi, serta mengurangi ketidaknyamanan dan distabilitas bahkan dapat memperbaiki adaptasi dan perkembangan pada pribadi manusia. Psikologi klinis memiliki fous pada aspek-aspek yang emosioanl, intelektual, psikologis, biologis, perilaku, dan sosial dari fungsi manusia di sepanjang hidupnya dan dalam berbagai macam budaya yang ada di semua tingkat sosial-ekonomi.
Yap Kie Hien (1968) menjelaskan jika terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk psikologi klinis, adapun istilah-istilah tersebut antara lain adalah:
  • Psikopatologi, bidang ilmu yang mempelajari tentang patologi atau kelainan kejiwaan. Istilah ini sering digunakan dalam bidang psikiatri. Sebenarnya psikopatologi tidak masuk ke dalam psikologi klinis. Namun seorang ahli psikologi klinis harus dapat menguasai ilmu ini untuk bisa berhasil dalam diagnostiknya.
  • Psikologi Medis, penjabaran dari psikologi kepribadian dan umum yang diperuntukkan untuk ilmu kedokteran. Tujuan dari ilmu ini untuk dapat melengkapi ilmu pengetahuan dokter mengenai gambaran biologis manusia serta gambaran kehidupan kejiwaan, pengamatan, fungsi-fungsi psikis, afek, berpikir, dan kehidupan perasaan yang terjadi pada manusia normal.
  • Psikologi abnormal, istilah ini mulai populer di tahun 50an. Dan diciptakan oleh beberapa psikolog yang menginginkan adanya klasifikasi kondisi yang tidak normal yang mungkin saja terjadi pada individu.
  • Psikologi konflik dan Pato-psikologi, istilah ini diusulkan dengan tujuan untuk bisa menunjukkan jika seseorang yang membutuhkan bantuan psikolog tidak selalu dikategorikan “sakit”. Pertolongan diberikan pada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan yang sampai menganggu keseimbangan
  • Mental Health dan Mental Hygiene, untuk istilah mental hygiene lebih berkaitan erat dengan bidang kedokteran. Lebih banyak membahas terkait penyembuhan . Sedangkan untuk mental health  lebih banyak membahas dari sisi preventifnya. Tugasnya untuk bisa memelihara dan mempertahankan kesehatan mental serta mencegah agar tidak terjadinya gangguan mental.


Ruang Lingkup Psikologi Klinis



Berdasarkan definisi-definisi yang telah dijelaskan sebelumnya, psikologi klinis memiliki beberapa ruang lingkup spesifik, antara lain adalah:
1. Penelitian
Penelitian yang ada di dalam psikologi klinis bertujuan untuk dapat membuktikan adanya kebenaran dalam sebuah teori yang ada di dalam praktek untuk memahami keunikan perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang. Contohnya saat melakukan penelitian yang ditujukan untuk bisa meramalkan kerentanan yang terjadi dalam individu pada serangan depresi menggunakan metode pendekatan penelitian yang tepat.
2. Assesment
Assesment adlaah proses untuk mengumpulkan informasi-informasi tentang klien yang dipergunakan untuk bisa memahami lebih baik tentang dirinya yang nantinya akan digunakan menjadi dasar untuk pengambilan keputusan untuk proses selanjutnya.
3. Intervensi
Secara umum, intervensi merupakan upaya yang digunakan untuk mengubah pikiran, perilaku, serta perasaan seseorang yang mana meliputi penggunaan prinsip-prinsip psikologi yang diperuntukkan menolong orang-orang untuk mengasti permasalahan serta mengembangkan kehidupan yang lebih memuaskan.


Teori Dalam Psikologi Klinis

Teori-teori yang ada di dalam psikologi klinis sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teori psikologi kepribadian, nah berikut ini beberapa teori-teori yang digunakan dalam psikologi klinis:
1. Teori Psikoanalisa – Sigmund Freud
Psikoanalisis adalah analisa atau pemeriksaan yang dilakukan secara cermat terhadap pikiran. Sedangkan psikodinamika lebih menekankan pada berbagai macam kekuatan serta konflik mental dan emosional yang berkaitan dengan pemikiran. Memfokuskan pada impuls-impuls yang tidak sadar dan trauma yang terjadi di masa anak-anak serta pentingnya pertahanan kecemasan. Psikoanalisis digunakan untuk proses terapiotik yang diperuntukkan untuk pasien psikoneurotik yang menggunakan metode standard di dalam konteks medis.
Ada beberapa asumsi-asumsi psikodinamika tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan masalah psikologis:
  • Psikodinamika menganggap jika perilaku manusia akan sangat dipengaruhi dorongan intrapsikis, konflik, motif, serta impuls yang tidak disadari.
  • Ada beragam mekanisme pertahanan ego, dalam bentuk adaptf dan maladaptif yang berkaitan dengan konflik-konflik yang belum atau tidak terselesaikan, harapan, kebutuhan , serta khayalan yang sangat berpengaruh pada perilaku normal ataupun tidak normal.
  • Pengalaman serta hubungan yang terdahulu, misalnya seperti hubungan yang terjadi antara anak-anak dengan orang tua, yang mana memainkan peran yang cukup penting di dalam perkembangan psikologis serta perilaku orang dewasa.
  • Pemahaman tentang implikasi-implikasi ketidaksadaran yang ditambah dengan kerja sama mereka yang mengarah ke kehidupan sehari-hari akan sangat membantu untuk meningkatkan fungsi perilaku dan psikologis.
Perspektif yang dijelaslakn dalam analisis Freudrian Klasik menjelaskan pemahaman perilaku manusia didasarkan pada 3 struktur mental yang terjadi di dalam konflik psikis yaitu Id yang terbentuk semenjak manusia lahir dan berpinrisp pada kesenangan yang mewakili hasrat primitif, keinginan, dan kebutuhan. Ego, terbentuk saat berumur kurang lebih 1 tahun dan lebih berdasarkan prinsip realitas serta mewakili bagian pemikiran yang rasional dan kepribadian yang dapat membantu seseorang untuk bisa beradaptasi. Dan Superego terbentuk saat berusia  5 tahun dan mewakili bagian internalisasi seperti norma kekeluargaan, sosial, budaya, dan lainnya. yang masuk ke dalam superego merupakan ego ideal yang mana menjadi gambaran lengkap seseorang mengenai tentang siapa dirinya sebenarnya dan suara hati. Suara hati ini akan berkaitan dengn apa yang dipikirkan sebagai benar maupun salah.
2. Teori Behaviorisme (Perilaku Kognitif) – BF Skinner
Pendekatan behavioristik pada psikologi klinis menjelaskan jika perilaku dapat dikontrol bahkan dimanipulasi dengan cara memberikan reinforsemen pada orang-orang yang perilakunya seusia dengan keinginan, dan terdapat hukuma ketika perilaku yang dilakukan tidak sesuai. Banyak orang yang beranggapan jika teori ini tidak memperdulikan pada perilaku yang tidak bisa diamati semisal khayalan dan perasaan.
Secara umum, pendekatan kognitif-behaviora menggambarkan tentang teori behaviorisme dari sisi psikologi kognitif. Namun meskipun begitu, masih banyak teoris yang lebih menggunakan pendekatan kognitif serta metode pemroses informasi sehingga lebih memperkaya teori serta aplikasi mereka. Pendekatan ini secara historis lebih berdasar pada prinsip belajar yang dikemukakan B. F. Skinner, Edward Thorndike, Clarke Hull, John Watson, Ivan Pavlov, William james, dan masih banyak lainnya. Pendekatan kognitif-behavioral lebih berfokus kepada perilaku yang tampak serta perilaku yang tidak tampak yang didapatkan dari proses belajar dan kondisioning saat berada di lingkungan sosial.
Asumsi dasarnya adalah untuk fokus pada pengalaman-pengalaman terkini dibandingkan pengalaman yang sebelumnya, penekanan pada perilaku yang dapat diukur dan diamati, pengaruh pentingnya lingkungan pada perkembangan perilaku normal maupun abnormal, serta penekanan yang terjadi pada metode penelitian empiris yang digunakan untuk mengembangkan strategi, intervensi assessmen, serta perawatan.
3. Teori Humanistik – Carl Rogers
Teori Psikologi Humanistik menggunakan asumsi-asumsi pendekatan phenomenological yang lebih menekankan pada setiap individu mengenai persepsi pengalaman dunianya. Dalam perspektif humanistik lebih cenderung melihat seseorang yang aktif, kreatif, berpikir, dan pertumbuhan orientatif. Mmebantu orang melalui cara pemahaman akan perhatian, perilaku, perasaan melalui mata klien. Ahli humanistik memang cenderung mengasumsikan seseorang yang berdasar pada intensinya dan percaya jika mereka bekerja keras secara alami menuju arah pertumbuhan, kreativitas, cinta, serta aktualisasi diri. Aktualisasi diri ini lah yang kemudian dapat membantu menuju arah kemajuan di dalam kehidupan, pertumbuhan yang lebih baik dan damai, serta menerima lebih tajam dan lainnya. Bukan memfokuskan diir pada masa lalu, namun lebih kepada apa yang ada “disini dan sekarang”.
Berdasar pada keyakinan jika setiap individu memiliki potensi alamiah yang dapat tumbuh menuju ke arah yang lebih tinggi lagi secara psikologis. Carls Rogers dan dengan teorinya yang memiliki pusat pada self. Konsep diri yang dijabarkan oleh Rogers mengenai bagaimana orang dapat memberikan gambaran mengenai dirinya, tentang siapa dirinya. Rogers menggambarkan jika orang yang tidak sehat merupakan orang yang tidak memiliki unconditional positive regard.

Psikologi klinis tidak hanya berorientasi pada orang-orang yang terkena gangguan jiwa saja, hal ini karena banyaknya anggapan masyarakat yang berpendapat jika RSJ (Rumah Skait Jiwa) merupakan tempat ditampungnya orang-ornag yang gila. Hal ini ssama sekali tidak benar. Orang-orang yang terkena gangguan paranoid, psikosomatis, insomnia, amnesia, dan lainnya adalah penyakit yang harus diatasi langsung oleh psikiater karena erat kaitannya dengan gangguan pikiran, psikis dan kognisi bukannya pada fisik.
Selain itu, psikologi klinis juga sangat membantu pada orang-orang yang memiliki masalah maupun kesulitan pada kondisi psikologinya. Nantinya psikologi klinis dapat berusaha untuk memahami manusia dan menolong individu tersebut dari tekanan dan masalah yang dihadapinya. Nah itu tadi penjelasan mengenai teori-teori dalam psikologi klinis. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Sumber : https://dosenpsikologi.com/teori-dalam-psikologi-klinis

Selasa, 27 Maret 2018

Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi Industri dan Organisasi – Perkembangan, Teori, Peran dan PenjelasannyaImage result for psikologi industri


Psikologi industri dan organisasi merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi industri dan organisasi membahas psikologi dalam lingkup organisasi atau aturan kerja. Banyak istilah yang digunakan untuk menyebut psikologi industri dan organisasi. Inggris menyebut psikologi industri dan organisasi sebagai Occupational Psychology. Work and Organisational Psychology merupakan istilah yang digunakan di Eropa dan di Amerika cabang psikologi ini disebut sebagai Industrial and Organizational Psychology.

ads


Pengertian Psikologi Industri dan Organisasi menurut Para Ahli

  • Blum dan Naylor, menyebut psikologi industri dan organisasi sebagai aplikasi dari fakta dan prinsip psikologi pada masalah dalam konteks bisnis dan indutri.
  • Guion, menjelaskan psikologi industri dan organisasi sebagai keilmuan yang mempelajari mengenai hubungan antara manusia dengan dunia kerja.
  • A.S Munandar, mendefinisikan psikologi industri dan organisasi sebagai keilmuan yang mempelajari tingkah laku dari manusia yang dikaitkan dengan perannya sebagai tenaga kerja dan konsumen baik secara perorangan atau sebagai kelompok.
  • Munsterberg, menyebutkan psikologi industri dan organisasi sebagai keilmuan yang mempelajari perilaku dari manusia didalam dunia kerja.
Baca juga : Cabang – Cabang Psikologi

Perkembangan Psikologi Industri

Perkembangan psikologi industri dan organisasi dapat dibagi menjadi beberapa fase. Fase yang paling awal adalah masa sebelum perang dunia terjadi. Berikut ini perkembangan psikologi industri dan organisasi:
Pra Perang Dunia – Tahun awal (1900 hingga 1916)
Ada empat tokoh penting pada awal perkembangan psikologi industri dan organisasi, antara lain:
1. Psychology of Advertising (Walter Dill Scott)
Pada Tahun 1901, Walter Dill Scott mengemukakan penggunaan psikologi di bidang periklanan. Walter Dill Scott kemudian menerbitkan buku yang berjudul The Teory of Advertising di tahun 1903 dan The Psychology of Advertising tahun 1908. Buku tersebut dipandang sebagai buku pertama yang membahas dunia kerja dari aspek psikologi.
Buku pertama Walter Dill Scott membahas tentang pendapat dalam mempengaruhi orang dan buku kedua bertujuan mengembangkan efisiensi manusia dengan memanfaatkan taktik seperti imitasi, kompetensi, loyalitas dan konsentrasi. Tahun 1911, Walter Dill Scott kembali mempublikasikan buku dengan judul Influence Men in Business and Increasing Human Efficiency in Business.
2. Scientific Management (Frederick Taylor)
Scientific Management dipelopori oleh Frederick Taylor. Scientific management membahas mengenai cara paling efisien dalam melakukan suatu pekerjaan serta menciptakan alat mekanik yang sesuai dengan struktur tubuh manusia. Alat mekanik tersebut digunakan untuk membantu melakukan pekerjaan. Sarjana psikologi bersama dengan sarjana teknik melakukan eksperimen dalam menciptakan kesesuaian peralatan kerja, lingkungan fisik, proses kerja dengan berbagai keterbatasan manusia.
3. Industrial Management Technique (Lilian Moller Gilberth)
Lilian Moller Gilberth merupakan psikolog wanita yang berkontribusi pada perkembangan awal psikologi industri dan organisasi. Lilian Moller Gilberth mengemukakan efek dari stres dan kelelahan pada tenaga kerja. Suaminya, Frank Gilberth adalah pioner dari teknik industrial manajemen.
4. Psychology and Industrial Efficiency (Hugo Munsterberg) 
Hugo Munsterberg menerbitkan buku berjudul The Psychology of Industrial efficiency di tahun 1913. Buku karangan Hugo Munsterberg tersebut menjelaskan secara lebih luas psikologi di industri. Pemikiran Hugo Munsterberg menekankan ada perbedaan karakter individu dalam organisasi. Hugo juga menekankan perlunya meningkatkan pengaruh budaya dan sosial pada organisasi.
Perang Dunia 1 (1917-1918)
Pada masa ini para ahli psikologi yakin bahwa mereka dapat memberikan pelayanan yang bernilai bagi negara. Dalam masa perang dunia I, ada dua poin penting yang menjadi sejarah psikologi industri dan organisasi. Dua poin tersebut adalah
1. Robert Yerkes : Army α dan Army β
Pada masa itu Robert Yerkes adalah presiden dari American Psychology Association (APA). APA membuat prosedur untuk penerimaan tentara atau army. Prosedur penerimaan tersebut juga melihat kesehatan mental dari calon tentara. Ahli psikologi juga menganalisa motivasi dan moral para prajurit. Army Alpha merupakan seri tes intelijensi umum yang dikembangkan untuk para tentara dan Army Beta adalah tes khusus bagi calon tentara yang tidak dapat berbahasa inggris.
2. Walter Dill Scott: Job Analysis dan Performance Appraisals
ads
Pada masa ini Walter Dill Scott dan asosiasinya membangun firma konsultasi psikologi yang mengaplikasikan prosedur job analysis pada U.S Army untuk sektor privat. Walter Dill Scott melihat perkembangan spesifikasi pekerjaan pada petugas di U.S Army sebelum memulai firma konsultasinya. Antara Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2 (1919-1940)
1. Fungsionalisme
Fokus utama aliran fungsionalisme adalah adaptasi diri manusia pada lingkungan. Banyak riset psikologi yang muncul karena semangat aliran fungsionalisme ini. Salah satu badan riset dibangun  di Carneigie Institue oleh Walter Bingham. Badan ini memiliki tujuan untuk memecahkan masalah menggunakan penelitian psikologi, aktivitas badan ini kemudian berfokus pada seleksi dan penempatan.
2. Psychological Corporation (James Cattell)
Konsep Psychological Corporation ditemukan oleh James Cattell. Tujuan dari psychological corporation adalah mengembangkan psikologi dan mempromosikan penggunaannya dalam industri.
3. Hawthorne Studies
Hawthorne studies adalah penelitian yang dimulai pada akhir 1920 di perusahaan Western Electric dan berfokus pada ketertarikan psikologi industri dan organisasi tentang bagaimana perilaku kerja dimanifestasikan dalam konteks organisasi. Hasil dari Hawthorne studies adalah kondisi psikologi dan sosial lingkungan kerja berpotensi lebih penting dari kondisi fisik lainnya.
Perang Dunia 2 (1941-1945)
Banyak teknik yang ditemukan dan digunakan secara umum pada masa ini. Assessment center dan tes kelompok diawali pada masa ini. Tugas yang dikerjakan oleh ahli psikologi industri dan organisasi pada masa ini adalah melakukan seleksi calon prajurit dengan didasarkan kemampuan calon prajurit untuk belajar. Tugas ini menimbulkan tes yang disebut battery test ACGT atau army general calssification test. Tes tersebut yang menginspirasi tes bakat berbentuk battery test hingga saat ini. Saat ini dikenal juga situasional test. Situasional test merupakan test untuk calon intel di kemiliteran. Assessment centre di Indonesia terinspirasi dari situasional test ini.
Masa ini juga psikologi mengembangkan engineering psychology. Engineering psychology muncul karena adanya tugas melakukan seleksi serta pelatihan bagi calon pilot militer. Psikologi harus menciptakan metode baru untuk melaksanakan tugas tersebut dengan membuat berbagai instrumen pengukur. Kurt Lewin mendirikan Research Center for Group Dynamic pada tahun 1945. Research center ini banyak melakukan penelitian tentang perilaku kelompok.
Baca juga : Antropologi
Pasca Perang Dunia (1946-1963)
Terjadi ledakan ekonomi setelah Perang Dunia II yang mendorong masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi di Amerika. Perguruan tinggi juga semakin banyak menawarkan program Psikologi Industri dan Organisasi dan berbagai spesialisasinya. Tahun 1950 hingga sekitar 1960 menjadi masa perkembangan psikologi industri dan organisasi terutama dalam lingkup motivasi kerja.
  • Pada masa ini Maslow dan Carl Roger mengemukakan teori motivasi, dimana teori tersebut menjadi dasar dari human relation movement. Flanagan juga mengajukan critical incident technique yang berguna dalam memahami pekerjaan. Penerapan psikologi dalam bidang penjualan juga mulai berkembang dimasa ini, dimana ada penelitian mengenai perilaku konsumen. Kebiasaan mengambil keputusan pembelian dikaji dan diteliti. Bidang pelatihan dan pengembangan individu didasarkan pada penerapan prinsip psikologi mulai dikaji di masa ini.
  • John Locke mengemukakan teori motivasi di akhir tahun 1960. Teori John Locke dikenal sebagai goal dari setting theory. Pada masa ini banyak teori yang muncul seperti Two-factor theory yang dikemukakan Herzberg, teori kepemimpinan yang dikenal sebagai contingency models of leadership dikemukakan oleh Fred Fieder dan bureau organization yang dikemukakan Max Weber.
  • Katz dan Kahn pada akhir tahun 1960-an mempublikasikan buku yang berjudul “The Social Psychological of Organization”. Buku ini merupakan buku klasik psikologi industri dan organisasi.
Baca juga: Psikologi eksperimen

Teori Psikologi Industri dan Organisasi

Secara umum ada tiga tahap perkembangan teori yang digunakan dalam industri dan organisasi yaitu teori klasik, teori neoklasik dan teori modern. Berikut ini penjelasannya :
1. Teori Klasik
Teori klasik berkembang sejak abad ke-19 atau mulai tahun 1800-an. Teori klasik disebut juga sebagai teori mesin atau teori tradisional. Teori ini menjelaskan organisasi sebagai lembaga tersentralisasi, petunjuk yang diberikan bersifat mekanistik struktural tanpa adanya kreatifitas. Dalam teori ini manusia dianggap seperti mesin dimana dapat dipasang setiap saat dan diganti sesuai dengan perintah pemimpin.
Menurut penganut teori klasik terdapat empat unsur pokok dari organisasi yaitu disiplin, doktrin, kekuasaan dan pelayanan. Berdasarkan teori klasik, organisasi didefinisikan sebagai struktur hubungan, tujuan, kekuasaan, kegiatan, komunikasi, peran serta faktor lain ketika orang bekerjasama.
Teori klasik berkembang menjadi tiga aliran, antara lain:
  • Teori Birokrasi: Teori birokrasi dalam aliran teori klasik dikembangkan oleh seorang ahli yang bernama Max Weber.
  • Manajemen ilmiah: Manajemen ilmiah dikembangkan oleh Frederick Taylor pada tahun 1900.
  • Teori administrasi: Teori administrasi dikembangkan oleh Lyndall Urwick dan Henry Fayol. Mooney dan Reiley juga berkontribusi dalam teori ini.
Baca juga: Psikologi pendidikan
2. Teori Neoklasik
Aliran yang muncul setelah teori klasik adalah teori neoklasik. Teori neoklasik disebut dengan “Teori Hubungan Manusiawi”. Teori neoklasik muncul untuk menyempurnakan teori klasik dan muncul karena ketidakpuasan terhadap teori klasik. Teori ini menekankan aspek sosial dan psikologis karyawan yang menjadi individu atau kelompok kerja. Hugo Munsterberg yang menulis Psychology and Industrial Efficiency menjadi salah satu tokoh pencetus neoklasik. Teori klasik diawali dengan percobaan Hawthrone.
Teori neoklasik menyatakan ada tiga hal yang diperlukan untuk pembagian kerja, antara lain:
  • Perluasan kerja yang menjadi kebalikan spesialisasi pekerjaan.
  • Partisipasti atau keterlibatan semua orang dalam pengambilan keputusan
  • Manajemen dari bawah ke atas akan memberikan kesempatan bawahan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.
Baca juga: Psikologi Keluarga
3. Teori Modern
Teori modern berkembang sejak tahun 1950. Teori ini muncul dari ketidakpuasan akan dua teori yang muncul sebelumnya. Istilah lain yang digunakan untuk menyebut teori modern adalah analisa sistem atau teori terbuka. Teori ini merupakan perpaduan dari teori klasik dan teori neoklasik. Teori modern banyak melibatkan unsur organisasi bahkan semua unsur organisasi. Menurut teori modern semua unsur organisasi saling bergantung dan menjadi satu kesatuan. Organisasi adalah sistem terbuka yang berhubungan dengan lingkungan.
Sponsors Link


Spesialisasi Psikologi Industri dan Organisasi

Perkembangan psikologi industri dan organisasi memunculkan beberapa spesialisasi dari cabang ilmu psikologi ini, yaitu:

  1. Psikologi Personalia. Psikologi personalia membahas pengelolaan tenaga kerja yang dimulai dari perencanaan, penerimaan tenaga kerja, penempatan, pengembangan tenaga kerja, pemeliharaan hingga keluarnya tenaga kerja dari perusahaan.
  2. Psikologi Konsumen Psikologi konsumen mempelajari dinamika perilaku konsumen terkait dengan pengambilan keputusannya dalam melakukan pembelian. Psikologi konsumen juga membuat penelitian terkait konsumen serta menyusun strategi untuk menarik minat konsumen. Perlindungan hak-hak konsumen juga dibahas oleh psikologi konsumen.
  3. Perilaku Organisasi. Perilaku organisasi membahas mengenai tingkah laku manusia didalam organisasi baik sebagai individu maupun anggota kelompok. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan performa kerja individu dalam organisasi.
  4. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Psikologi industri da organisasi membahas mengenai kesehatan dan keselamatan kerja untuk meningkatkan performansi kinerja organisasi.
  5. Analisis Jabatan. Analisis jabatan mempelajari susunan deskripsi serta spesifikasi jabatan dari setiap pekerjaan dan setiap posisi di organisasi.
  6. Ergonomi. Ergonomi membahas mengenai interaksi antara mesin dan manusia di tempat kerja dan bagaimana menciptakan kenyamanan dan keamanan kerja.
  7. Psikologi Sumber Daya Manusia. Psikologi sumber daya manusia membahas tentang proses pengembangan manusia baik secara individu, kelompok atau organisasi.
Baca juga : Psikologi Pendidikan

Peran Psikologi Industri

Psikologi industri dan organisasi memiliki peran yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia dan organisasi. Psikologi industri dan organisasi melakukan penilaian dan penyusunan hal-hal dibawah ini:
1. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen merupakan suatu upaya untuk mengajak orang yang sesuai kualifikasi untuk melamar suatu pekerjaan. Kunci keberhasilan rekrutmen ditentukan oleh metode yang digunakan dan pemenuhan target pelamar. Banyak tantangan dalam proses rekrutmen yang meliputi jenis pekerjaan, reputasi organisasi, kondisi ekonomi serta urgensi pemenuhan posisi. Seleksi adalah proses pemilihan pelamar. Proses ini melibatkan suatu standar tertentu untuk pekerjaan. Individu selanjutkan akan ditempatkan sesuai kualifikasinya jika telah lolos dari proses seleksi.
2. Sikap Kerja
Psikologi industri dan organisasi juga membahas mengenai sikap kerja dari tenaga kerja dalam suatu organisasi. Sikap kerja meliputi:
  • Kepuasan Kerja. Kepuasan kerja adalah perasaan individu yang positif mengenai organisasi dan pekerjaan yang dihadapi. Hal ini termasuk sikap positif individu pada tugas dari pekerjaan dan lingkungan kerjanya.
  • Komitmen. Komitmen adalah rasa setia dari tenaga kerja terhadap atasan, organisasi atau pekerjaannya.
  • Organizational Citizenship Behavior. Organizational Citizenship Behavior merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan kontribusi dari tenaga kerja dimana kontribusi tersbeut melebihi tugasnya.
  • Antisocial behavior in workplace. Antisocial behavior terkait dengan perilaku yang membahayakan baik bagi organisasi atau bagi rekan kerja yang terjadi dalam setting kerja.
Baca juga: Psikologi Forensik
3. Training dan pengembangan
Psikologi industri dan organisasi membahas mengenai training dan pengembangan individu dalam setting kerja. Training merupakan suatu proses dimana individu mendapatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi.
4. Penilaian kinerja
Psikologi industri dan organisasi juga meliputi penilaian kinerja. Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan kinerja individu dalam periode tertentu, apakah semakin baik atau semakin buruk. Penilaian kinerja menjadi dasar bagi organisasi untuk melakukan tindakan tertentu bagi individu.
Baca juga: Psikologi Sastra

Ruang Lingkup Psikologi Industri dan Organisasi

Terdapat beberapa kajian yang berada dalam ruang lingkup psikologi industri dan Organisasi, antara lain:
a. Psikologi industri dan organisasi sebagai ilmu
Psikologi industri dan organisasi mulai berkembang dan berdiri sendiri sebagai keilmuan setelah perang dunia II. Pengembangan keilmuan psikologi industri dan organisasi diaplikasikan dalam industri dan organisasi. Psikologi industri dan organisasi menggunakan berbagai pendekatan dan prinsip keilmuan psikologi untuk mengatasi berbagai masalah ditempat kerja.
b. Psikologi industri dan organisasi mempelajari perilaku manusia
Psikologi industri dan organisasi mempelajari tingkah laku manusia dalam setting kerja, baik perilaku yang dapat diamati maupun perilaku yang tidak dapat diamati. Perilaku yang dapat diamati contohnya adalah menulis, berbicara, cara jalan, cara duduk dan sebagainya, sementara yang tidak dapat diamati secara fisik adalah pemikiran, motivasi, kepuasan dan sebagainya.
c. Perilaku manusia dalam perannya sebagai konsumen dan tenaga kerja
Psikologi industri dan organisasi mempelajari manusia dalam dunia kerja dengan dua peran yaitu sebagai konsumen dan sebagai tenaga kerja. Psikologi indutri dan organisasi mempelajari manusia dalam dunia kerja dan interaksinya dengan pekerjaan, organisasi, lingkungan fisik serta lingkungan psiko-sosial di tempat kerja. Sebagai konsumen individu menjadi pembeli dan pengguna produk dan jasa organisasi.
d. Perilaku manusia dipelajari secara perorangan dan kelompok
Organisasi memiliki unit kerja yang terdiri dari sub bagian yang lebih kecil. Bagian tersebut akan semakin kecil hingga pada peran masing-masing individu. Psikologi industri dan organisasi mempelajari bagaimana hubungan dan dampak kelompok terhadap perilaku individu dan sebaliknya bagaimana individu mempengaruhi kelompok. Psikologi industri dan organisasi juga membahas mengenai pola, struktur serta jenis organisasi yang dapat mempengaruhi tenaga kerja.
Baca juga: Psikologi Keperawatan

Obyek Kajian Psikologi Industri

1. Organisasi
Psikologi industri dan organisasi adalah pengaplikasian psikologi ditempat kerja maka tidak akan terlepas dari organisasi. Psikologi Industri dan organisasi membahas mengenai organisasi mulai dari desain organisasi, teori organisasi, budaya organisasi, perubahan dan pengembangan organisasi serta perilaku organisasi.
2. Kelompok
Organisasi dapat berjalan dengan efektif jika ada interaksi antar kelompok kerja. Kelompok dalam bahasan psikologi industri dan organisasi meliputi proses kelompok, dinamika kelompok dan komunikasi didalam kelompok.
3. Individu
Individu dalam kajian psikologi industri dan organisasi berkaitan dengan rekrutmen dan seleksi, pengembangan individu, perencanaan karir serta berbagai proses belajar individu dalam organisasi.
Baca juga: Psikologi Kognitif

Aspek-aspek Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi industri dan organisasi memiliki aspek dibawah ini:
a. Personel
Para ahli psikologi industri dan organisasi berkaitan dengan praktek personel yang meliputi bidang seperti analisis pekerjaan, merekrut pelamar, memilih karyawan, menentukan tingkat gaji, pelatihan karyawan dan mengevaluasi kinerja karyawan. Ahli yang bekerja di bidang ini memilih alat tes atau membuat alat tes yang baru untuk digunakan dan rekrutmen dan promosi karyawan.
Profesional dalam psikologi industri dan organisasi juga menganalisis pekerjaan untuk memperoleh gambaran lengkap dari setiap pekerjaan karyawan untuk membuat deskripsi pekerjaan. Para profesional psikologi industri dan organisasi selanjutnya membangun instrumen penilaian kinerja untuk mengevaluasi kinerja karyawan. Para profesional juga menguji berbagai metode untuk mengembangkan karyawan.
b. Organisasi
Psikologi industri dan organisasi membahas masalah kepemimpinan, kepuasan kerja, motivasi karyawan, komunikasi organisasi, manajemen konflik, perubahan organisasi dan proses kelompok dalam sebuah organisasi. Psikolog industri dan organisasi dapat memberikan survei mengenai sikap karyawan untuk mendapat informasi mengenai pandangan karyawan terkait kekuatan dan kelemahan organisasi.
Baca juga: Psikologi Anak
c.Faktor Manusia
Psikologi industri dan organisasi mempelajari mengenai desain tempat kerja, interaksi antara manusia dan mesin, desain ergonomi dan memperhitungkan masalah kelelahan fisik dan stres. Dalam hal ini psikologi dapat bekerja dengan insinyur dan profesional teknis lainnya untuk membangun dan mengembangkan tempat kerja yang lebih aman dan lebih efisien.
Baca juga : Psikologi Abnormal

Pendekatan Psikologi Industri dan Organisasi

Terdapat dua pendekatan dalam mencapai tujuan psikologi industri dan organisasi. Pendekatan tersebut adalah industri dan organisasi. Pendekatan industri berfokus pada penentuan kompetensi yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan dan berhubungan dengan organisasi kepegawaian.
Industri juga dimaksudkan pada kompetensi yang dimiliki karyawan dan bagaimana kompetensi karyawan dapat ditingkatkan melalui training. Pendekatan organisasi menciptakan struktur organisasi dan budaya yang memotivasi karyawan untuk melakukan pekerjaan. Organisasi juga memberi informasi yang diperlukan karyawan untuk untuk melakukan pekerjaan mereka. Organisasi juga memberikan situasi kerja yang aman.
Baca juga: Psikologi Abnormal

Manfaat Psikologi Industri dan Organisasi

Psikologi industri dan organisasi memiliki peran positif dan penting bagi organisasi. Psikologi industri dan organisasi bermanfaat untuk:
  • Membantu organisasi dan perusahaan dalam mencapai tujuan
  • Menjembatani kebutuhan individu dan kebutuhan organisasi
  • Meningkatkan kemampuan individu dalam setting kerja sehingga bukan saja meningkatkan kompetensi individu tapi juga mengembangkan perusahaan
  • Menjamin kesejahteraan tenaga kerja dengan memperhatikan kepuasan kerja
Baca juga: psikologi konseling
Itulah informasi mengenai psikologi industri dan organisasi. Secara singkat psikologi industri dan organisasi adalah cabang psikologi yang memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi dalam setting kerja baik bagi individu dalam tempat kerj, bagi kelompok atau bagi organisasi.

Sumber : https://dosenpsikologi.com/psikologi-industri-dan-organisasi

Psikologi Kepribadian

Image result for psikologi kepribadian

Psikologi Kepribadian – Pengertian – Teori – Pendekatan



Psikologi kepribadian adalah salah satu cabang-cabang psikologi. Sesuai dengan namanya psikologi kepribadian mempelajari kepribadian individu dengan menggunakan berbagai cara dan pendekatan.

ads
Pengertian Kepribadian Berdasarkan Ahli
  • Stern, kepribadian merupakan kehidupan dari individu secara keseluruhan. Kehidupan tersebut dapat dilihat dari usaha mencapai tujuan, unik, kemampuan mendapatkan pengalaman, kemampuan bertahan hidup serta membuka diri. (Baca juga: Psikologi Keperawatan)
  • Mandy dan Burt, kepribadian merupakan seperangkat kecenderungan yang stabil, dimana menentukan perbedaan tingkah laku psikologis dari individu dalam jangka panjang yang tidak dapat dipahami dengan sederhana. Kepribadian adalah hasil dari tekanan biologis dan tekanan sosial pada saat itu.
  • Lindzey dan Hall, teori kepribadian merupakan sekumpulan konsep yang membahas terkait tingkah laku manusia dan saling berkaitan satu sama lain.
  • Murray, kepribadian merupakan lembaga yang mengatur tubuh sejak individu lahir hingga meninggal, dimana ia tidak pernah berhenti untuk terlibat dalam kegiatan fungsional.
  • Hilgard dan Marquis, kepribadian merupakan nilai yang dijadikan stimulus sosial, serta kemampuan menampilkan diri dari seseorang secara mengesankan.
  • Guilford, kepribadian merupakan suatu pola traik unik seseorang.
  • Allport, kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam sistem psikofisis seseorang yang menentukan model penyesuaian unik dengan lingkungannya.
  • Phares, kepribadian merupakan suatu pola yang khas dari perasaan, pikiran, tingkah laku yang dapat membedakan individu dan cenderung tidak berubah dalam lintasan situasi atau waktu.
  • Pervin, kepribadian merupakan keseluruhan karakteristik individu atau sifat umum dari banyak orang yang berakibat pada munculnya pola yang cenderung tetap dalam merespon situasi.

Teori Psikologi Kepribadian

1. Teori Psikodinamika
Teori psikodinamik banyak dipengaruhi oleh pandangan Sigmund Freud. Pandangan Freud didasarkan dari  suatu keyakinan bahwa dalam diri individu terdapat energi psikis yang dinamis. Freud beranggapan bahwa energi psikis memiliki sifat kekal dan tidak dapat dihilangkan. Jika energi dihambat, maka ia akan mencari saluran lainnya.  Berdasarkan pandangan psikoanalisa terdapat tiga fungsi psikis, yaitu: Id, Ego dan Superego.
Bagian paling primitif dari kepribadian disebut Id. ld menjadi sumber energi utama. Ini memungkinkan manusia untuk dapat bertahan hidup. Ego dan superego berkembang dari Id. Id meliputi berbagai dorongan biologis dasar contohnya kebutuhan fisik.  Semakin individu berkembang, dorongan untuk memenuhi kebutuhan semakin kuat. Hal ini membuat individu semakin realistis untuk berhubungan dengan lingkungan.
Kemudian. individu dituntut untuk membedakan objek yang sebenamya  dengan objek imajiner dengan dalam lingkungan. Energi psikis baru yang dihasilkan dari kebutuhan disebut sebagai ego. Internalisasi dari nilai dan norma masyarakat disebut sebagai super ego. Super ego dapat dikatakan sebagai hati nurani (concience) dari individu. Superego menilai dan menganalisis benar atau salah dari suatu tindakan. Super ego menjadi representasi dari nilai-nilai ideal dan cenderung berorientasi pada kesempurnaan.
Baca juga: Kode Etik Psikologi
2. Teori Belajar Sosial
Teori ini mendasarkan pada pengaruh lingkungan pada perilaku individu. Tokoh dari aliran ini adalah Dollard, Miller, Rotter dan Bandura. Teori ini berpandangan bahwa perilaku manusia adalah hasil interaksi pribadi dengan lingkungan secara terus menerus, dimana variabel individu dan lingkungan saling memberi pengaruh.
Kemudian, perilaku dari individu dibentuk dari proses pengkondisian. Sedangkan lingkungan individu membentuk perilaku dengan memberi hukuman dan hadiah. Individu membentuk pola perilakunya secara langsung dan tidak langsung. Pembentukan perilaku secara langsung melalui proses pemberian hadiah dan hukuman sedangkan pembentukan perilaku secara tidak langsung menggunakan pengamatan. Individu mengamati perilaku orang lain disekitarnya yang disebut dengan modelling.
Para ahli dalam teori belajar sosial atau social learning berasumsi bahwa perilaku individu ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut:
  1. Ciri khusus dari situasi yang dihadapi oleh individu.
  2. Proses pemahaman individu mengenai situasi tersebut.
  3. Penguatan yang dialami untuk tingkah laku individu untuk situasi yang sama.
Proses pemahaman individu dan penafsirannya mengenai situasi akan dipengaruhi pengalaman individu di masa lalu dan perkembangan kognitif individu. Individu merupakan subyek yang aktif berdasarkan teori belajar sosial. Hal ini menunjukkan bahwa individu tidak menerima pengaruh lingkungan begitu saja. Individu juga mengubah lingkungan sehingga pengaruh lingkungan yang diterima individu adalah pengalaman yang telah dipengaruhi oleh dirinya sendiri. Teori belajar sosial menekankan kondisi situasional atau determinasi lingkungan pada perilaku.
Baca juga: Psikologi Faal

3. Teori Behavioristik
Teori behaviorisme didirikan oleh J. B Watson. Beberapa tokoh lain dari teori behaviorisme adalah B.F Skinner, E.L Thorndike dan Ivan Pavlov serta masih ada beberapa tokoh lainnya. Pembahasan kepribadian dengan berdasarkan pada teori behaviorisme seringkali dikaitkan dengan B. F Skinner.
Teori ini meyakini tingkah laku manusia merupakan fungsi stimulus. Determinan perilaku berada di lingkungan dan bukan dalam diri manusia. Para ahli teori ini telah melalukan berbagai penelitian dan menemukan bahwa segala tingkah laku manusia didapatkan dari proses belajar yang berasal dari lingkungan.
Baca juga: Psikologi Sosial

4. Teori Humanistik
Istilah ini mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 1960. Psikologi Humanistik dipimpin oleh Abraham Maslow. Awalnya para ahli dalam psikologi humanistik menjadi alternatif dari dua teori berpengaruh yaitu teori behaviorisme dan teori psikoanalisa. Tokoh dalam psikologi humanistik melontarkan pandangan yang berbeda-beda.
Namun berlandaskan pada aliran filsafat eksistensialisme, dimana manusia adalah sesuatu yang ada di dunia dan manusia sadar sepenuhnya dengan keberadaannya di dunia. Aliran eksistensialisme menolak pendapat manusia adalah hasil bentukan sejak lahir ataupun hasil dari lingkungan semata. Para ahli aliran ini berasumsi bahwa individu mempunyai kebebasan dalam memilih tindakan atau menentukan sendiri nasibnya sebagai perwujudan dari keberadaannya.
Baca juga: Psikologi Industri

Pendekatan Psikologi Kepribadian

Sumadi Suryabrata dalam bukunya menjelaskan berbagai pendekatan dalam membahas psikologi kepribadian yang kurang lebih sebagai berikut :
Pendekatan Typological
Tipologi merupakan suatu keilmuan untuk menggolongkan manusia berdasar tipe tertentu dengan melihat faktor tertentu seperti nilai budaya, karakter psikis atau karakter fisik.


Pendekatan Trait
Trait merupakan karakteristik dari individu bersifat relatif menetap  atau konsisten. Berikut ini teori berdasarkan pendekatan traits dari berbagai ahli:


Klages menyusun teori kepribadian yang dapat digunakan untuk mendekati sifat kepribadian manusia hingga garis terkecil. Terdapat tiga aspek kepribadian menurut Klages, yaitu materi atau bahan, struktur dan kualitas atau sifat.

Obyek Kajian

Dalam pembahasan kepribadian, seringkali digunakan beberapa istilah dengan makna yang hampir mendekati, antara lain:
  • Karakter: Istilah ini digunakan untuk menggambarkan tingkah laku individu yang terkait dengan nilai implisit maupun eksplisit.
  • Watak: Istilah watak digunakan untuk menyebutkan karakter yang dimiliki individu dan tidak berubah hingga saat ini.
  • Trait: Istilah trait digunakan untuk menyebutkan suatu respon yang cenderung sama dalam menghadapi stimuli yang serupa dalam jangka waktu yang relatif lama.
  • Temperamen: Istilah temperamen digunakan dalam penyebutan kepribadian yang terkait dengan determinan fisiologis atay biologis (disposisi hereditas)
  • Kebiasaan: Istilah kebiasaan atau habit digunakan untuk respon yang sama pada stimulus yang sama, dimana respon ini cenderung berulang.
Baca juga: Psikologi Abnormal

Perkembangan

Teori Psikologi kepribadian telah lama disusun sejak dahulu. Usaha awal dalam penyusunan teori dapat dikatakan belum memiliki nilai ilmiah yang memadai sehingga seringkali disebut sebagai usaha prailmiah. Usaha yang masih bersifat prailmiah dalam menyusun teori psikologi kepribadian antara lain:
ChirologiIlmu mengenai gurat-guratan tangan
AstrologiIlmu mengenai perbintangan
PhisiognomiIlmu mengenai keadaan wajah
GrafologiIlmu mengenai tulisan tangan
OnychologiIlmu mengenai keadaan kuku seseorang
PhrenologiIlmu mengenai tengkorak manusia
Usaha dalam menyusun teori psikologi kepribadian selanjutnya adalah ajaran mengenai cairan badaniah. Ajaran ini dikemukakan oleh Hippocrates dan disempurnakan oleh Galenus. Hippocrates berpendapat bahwa dalam diri seseorang terdapat empat macam sifat yang didukung oleh keadaan konstitusional berupa cairan-cairan dalam tubuh. Cairan-cairan tersebut antara lain:
  • Sifat basah di melanchole (empedu hitam).
  • Sifat kering di chole (empedu kuning).
  • Sifat dingin di phlegma (lendir).
  • Sifat panas di sanguis (darah).
Terdapat proporsi tertentu dari cairan-cairan tersebut dalam tubuh manusia. Jika cairan tersebut melebihi batas normal, menimbulkan sifat kejiwaan yang khas. Menurut Galenus, sifat kejiwaan yang diakibatkan dominannya salah satu cairan disebut sebagai temperamen.
Berdasarkan pendapat tersebut, Galenus mengemukakan penggolongan manusia berdasarkan empat temperamen yaitu choleris, melancholis, phlegmatis dan sanguinis. Ajaran Hipocrates ini bertahan selama berabad-abad. Kemudian, teori kepribadian yang didasarkan pada kesatuan kosmos mulai ditinggalka. Secara garis besar terdapat dua garis perkembangan, yaitu teori yang menekankan kejasmanian atau teori konstitusional dan teori yang menekankan kejiwaan yaitu teori temperamen.
Baca juga: Psikologi Pendidikan

Jenis Psikologi Kepribadian

Terdapat beberapa teori yang dapat digunakan dalam pengkategorian teori psikologi kepribadian, antara lain:
Berdasarkan metode yang digunakan dalam penyusunan teori
Penggolongan teori psikologi kepribadian berdasarkan metode yang digunakan dalam penyusunan teori psikologi kepribadian antara lain:
  1. Teori yang disusun atas pemikiran spekulatif
Teori ini contohnya adalah teori dari Plato, Kant, ahli dalam aliran Neo-Kantianisme, Bahnsen, Malapert, Queyrat dan lain sebagainya. Teori dalam penggolongan ini biasanya disusun oleh para ahli filsafat.
  1. Teori yang disusun atas data hasil penyelidikan empiris
Teori berdasarkan hasil penyelidikan yang empiris atau eksperimental meliputi teori Heymans, Jung, Freud, Adler, Eysenk, Rogers dan sebagainya. Teori dalam penggolongan ini merupakan teori yang disusun dalam sekitar abad ini.
Berdasarkan komponen kepribadian yang digunakan
Teori kepribadian yang disusun berdasarkan komponen kepribadian, meliputi :
  1. Teori konstitusional, contohnya adalah mazhab Perancis, mazhab Italia, Kretschmer, Sheldon, dan sebagainya.
  2. Teori temperamen, contohnya adalah teori Meumann, teori Kant, teori Enselhans, teori Heymans, Ewald, dan sebagainya.
  3. Teori ketidaksadaran, contohnya adalah teori Jung, Freud, Adler dan pengikut mereka.
  4. Teori faktor, contohnya adalah teori Cattel dan teori Eysenk.
  5. Teori kebudayaan, contohnya adalah teori Spranger.
Baca juga: Antropologi
Berdasarkan pendekatan
Penggolongan berdasarkan pendekatan yang digunakan dapat dibedakan dalam dua kelompok, yaitu teori dengan pendekatan tipologis dan teori dengan pendekatan kesifatan.

Manfaat Mempelajari Psikologi Kepribadian

Banyak manfaat yang akan didapatkan dari mempelajari psikologi kepribadian. Berikut ini beberapa manfaat mempelajari psikologi kepribadian :
  • Memudahkan dalam mengenali karakteristik seseorang.
  • Mudah melakukan adaptasi dengan orang yang memiliki kepribadian yang berbeda.
  • Mudah memahami dan berinteraksi dengan orang yang berbeda kepribadian.
  • Dapat meningkatkan kepekaan sosial.
Itulah informasi mengenai psikologi kepribadian yang merupakan salah satu bagian dari keilmuan psikologi.

sumber : https://dosenpsikologi.com/psikologi-kepribadian