3 Teori Dalam Psikologi Klinis
Istilah Lain Dalam Psikologi Klinis
- Menurut Witmer (1912), psikologi klinis merupakan metode yang digunakan untuk dapat mengubah dan mengembangkan jiwa seseorang berdasar pada hasil dari observasi serta eksperimen yang menggunakan teknik penanganan pedagosis.
- Menurut American Psychological Association (1935), psikologi klinis adalah bentuk dari psikologi terapan yang digunakan untuk menentukan kapasitas serta karakteristik tingkah laku dari individu yang mana menggunakan metode pengukuran assement, observasi, analisa, uji fisik, serta riwayat sosial agar mendapatkan saran dan rekomendasi yang digunakan individu untuk bisa menyesuaikan diri dengan tepat.
- Menurut J.H Resinck (1991), psikologi klinis merupakan bidang ilmu di dalam psikologi yang mana meliputi riset, pelayanan, serta pengajaran yang berkaitan akan prinsip-prinsip, metode, serta prosedur aplikasi yang digunakan untuk memahami, menduga, serta mengurangi ketidakmampuan dan ketidak nyamanan yang diterapkan dalam populasi klien dalam jangkauan yang lebih luas.
- Menurut Phares, psikologi kilinis merupakan bidang ilmu yang membahas dan mengkaji tentang diagnosis dan intervensi tentang penyembuhan masalah psikologis serta gangguan dan tingkah laku abnormal.
- Menurut Reber (1995), psikologi klinis adalah bidang psikologi yang berkaitan tentang perilaku menyimpang, abnormal, ataupun maladaptif.
- Menurut APA Division (1992), psikologi klinis mengintegrasikan ilmu, teori serta praktek untuk dapat memahami, memprediksi, serta mengurangi ketidaknyamanan dan distabilitas bahkan dapat memperbaiki adaptasi dan perkembangan pada pribadi manusia. Psikologi klinis memiliki fous pada aspek-aspek yang emosioanl, intelektual, psikologis, biologis, perilaku, dan sosial dari fungsi manusia di sepanjang hidupnya dan dalam berbagai macam budaya yang ada di semua tingkat sosial-ekonomi.
- Psikopatologi, bidang ilmu yang mempelajari tentang patologi atau kelainan kejiwaan. Istilah ini sering digunakan dalam bidang psikiatri. Sebenarnya psikopatologi tidak masuk ke dalam psikologi klinis. Namun seorang ahli psikologi klinis harus dapat menguasai ilmu ini untuk bisa berhasil dalam diagnostiknya.
- Psikologi Medis, penjabaran dari psikologi kepribadian dan umum yang diperuntukkan untuk ilmu kedokteran. Tujuan dari ilmu ini untuk dapat melengkapi ilmu pengetahuan dokter mengenai gambaran biologis manusia serta gambaran kehidupan kejiwaan, pengamatan, fungsi-fungsi psikis, afek, berpikir, dan kehidupan perasaan yang terjadi pada manusia normal.
- Psikologi abnormal, istilah ini mulai populer di tahun 50an. Dan diciptakan oleh beberapa psikolog yang menginginkan adanya klasifikasi kondisi yang tidak normal yang mungkin saja terjadi pada individu.
- Psikologi konflik dan Pato-psikologi, istilah ini diusulkan dengan tujuan untuk bisa menunjukkan jika seseorang yang membutuhkan bantuan psikolog tidak selalu dikategorikan “sakit”. Pertolongan diberikan pada orang-orang yang sedang mengalami kesulitan yang sampai menganggu keseimbangan
- Mental Health dan Mental Hygiene, untuk istilah mental hygiene lebih berkaitan erat dengan bidang kedokteran. Lebih banyak membahas terkait penyembuhan . Sedangkan untuk mental health lebih banyak membahas dari sisi preventifnya. Tugasnya untuk bisa memelihara dan mempertahankan kesehatan mental serta mencegah agar tidak terjadinya gangguan mental.
Ruang Lingkup Psikologi Klinis
- Psikodinamika menganggap jika perilaku manusia akan sangat dipengaruhi dorongan intrapsikis, konflik, motif, serta impuls yang tidak disadari.
- Ada beragam mekanisme pertahanan ego, dalam bentuk adaptf dan maladaptif yang berkaitan dengan konflik-konflik yang belum atau tidak terselesaikan, harapan, kebutuhan , serta khayalan yang sangat berpengaruh pada perilaku normal ataupun tidak normal.
- Pengalaman serta hubungan yang terdahulu, misalnya seperti hubungan yang terjadi antara anak-anak dengan orang tua, yang mana memainkan peran yang cukup penting di dalam perkembangan psikologis serta perilaku orang dewasa.
- Pemahaman tentang implikasi-implikasi ketidaksadaran yang ditambah dengan kerja sama mereka yang mengarah ke kehidupan sehari-hari akan sangat membantu untuk meningkatkan fungsi perilaku dan psikologis.
Sumber : https://dosenpsikologi.com/teori-dalam-psikologi-klinis











